Minggu, 05 April 2009

dinilai dan dihakimi.

gue sama sekali gak suka itu.
alasan kenapa gue gak suka sekolah karena itu aja.
karena jika kita dapat nilai jelek kita dihakimi.
seperti ada satu guru yang marah2 sama gue dan ngejek2 gue di depan kelas gue sendiri lalu teriak2 bahwa gue dapat nilai jelek.

lalu alasan itu juga gue gak membiarkan orang2 memberikan komentar di blog gue.
karena gue gak suka dinilai. gue mau jadi diri gue sendiri.

dan karena gue mudah terpengaruh, jadi gue lebih mending untuk menulis dan menulis dengan kata2 yang gue suka lalu gak perlu mendengar apa kata orang.
betul, toh?
gitu aja kok repot?

dinilai itu gak enak.
kalo dipuji enak, tapi kalo keterusan kepalanya nanti bisa kegedean.
dih, gue sih ogah.
kepala gue udah cukup besar dengan pujian yang mungkin asli dan sisanya hanya untuk memjilat saja.

dihakimi itu gak enak.
enak kalo loe bisa berdebat dan ngomongnya loe kuat.
omongan gue bisa bikin orang menangis, yahh setidaknya itu bisa bikin sakit hati.
jadi kalo gue ngelawan guru, kemungkinan bis menang,
tapi amat sangat kecil, karena kebanyakan guru kalo sudah mendapatkan sinyal kekalahan, yang mereka lakukan adalah bilang "
"tetep aja kamu salah, kamu gak boleh blabblablablabalbla"
"ya sudah! pergi saja kamu!"
"beraninya, ya?!"
dan blablablablalabalbalbalbalbala

rasanya kalo ada guru kayak gitu, pengen gue bal-bal.