kadang kita diam tanpa topik.
kadang kita ingin bertanya, tetapi hati ini mengurungkan segalanya.
kemaluan kita memakan keberanian kita
niat kita yang begitu besar hilang karena kesukaan kita yang membuat kita lupa daratan.
kadang kita tidak berpikir, dan kita memang tidak boleh berpikir.
kita saling menyayangi tapi begitu diam.
kita saling mencintai tetapi takut akan satu sama lain
sehingga berakhir menggantungkan satu sama lain.
sapaan kita saling merindukan
kata-kata kita bagaikan memenjarakan kita
dan balasanmu bagai kunci untuk kebebasanku
-Patricia, 27 April 2009, 11:41-
jadi, gue bingung ama diri gue sendiri, kadang bahkan gue malu melihat ke kaca untuk bertanya pada diri sendiri : "kenapa loe bilang itu, cia?"
gak, gue gak menyesal. gue hanya menyayangkan saja. tapi kadang gue merasa bersyukur karena gue menggantungkan saja.
tapi biarin ajalah.
liat saja apa yang akan terjadi nantinya.
jadi, gimana?
