Rabu, 01 April 2009

nangis, selama gue bisa.

kabar ini, kabar itu.

tangisan tiada tara gue lepaskan tiap harinya.
tiap detik, tiap hari, dan tiap jam, berusaha untuk menunjukkan dan membuktikan cinta yang tulus walau menyakitkan.

dia pergi, walau dia tidak kemana-mana.
gue menangis terus hanya buat dia.
buat karena gue kenapa tapi karena dia kenapa.

gue sakit hati memang, gue gak bisa tidur juga gara2 dia.
tapi, well, hati siapa yang mengerti?

terbakar, mtidak.
menangis, sedikit.
sakit hati, amat sangat.

suka gue bertepuk sebelah tangan. wahaha, memang itu kok.
mau gimana lagi?