Kamis, 04 Maret 2010

apa, ma?

gue waktu itu lagi tidur di mobil, tiba2 begitu gue bangun gue sadar gue lagi ada di sebuah tempat parkir.
mama sedang sibuk, papa terlihat bingung. ada apa?
gue tampak gak terlalu peduli, gue masih ngantuk. tapi apa? apa yang sedang terjadi?
gue masih bingung.
akhirnya mama berkata : tante kecelakaan di lampung.

papa pergi naik helikopter ke lampung. mama pulang, dan kalimat pertama yang gue katakan adalah : tante kecelakaan. datar tanpa ekspresi apapun.
lalu gue tidur lagi melanjutkan dan membiarkan waktu yang berbicara.

kemudian, ada helikopter mendarat di jakarta. gue berdiri menunggu tante datang di rumah sakit pertamina. semuanya tampak gaduh di sana. semuanya tampak sibuk.
gue tampak bingung.

tiba2 ada suara, ada yang keluar dari ambulans itu. gue lihat, itu tante.
gue nangis, tangis gue bener2 pecah. tante masuk ke UGD, dan gue dibiarin di luar.
kita semuanya dibiarin di luar.
gue masih inget, dengan mata basah, hati kecewa, tubuh tercabik, dan dagu bertopan gue duduk di ruang tunggu dan berkata : Tuhan, tolong jangan ambil tante netty, Tuhan tolong Tuhan aku mohon....

gue streess. gue gak tau gue begitu sayang sama tante. gue sayang mati2an sama dia.
gue cinta ama dia.
3 bulang berlalu. gue sama sekali gak boleh liat dia di ICU. gue masih berumur 11. gak boleh masuk. tai.

lalu, tante dipindahkan ke rumah sakit harapan kita. gue akhirnya diam2 masuk dengan mama ke dalam ruang perawatan tante.
jujur, tangis gue pecah. melihat rambutnya yang indah digundul. melihat mukanya yang cantik terlihat lelah. dan melihat tubuhnya yang anugerah terkulai sakit.
gue bilang : tante bangun tante. maafin aku. tante bangun...

gue nangis, gue kecewa sama apa yang gue liat. tante gue gak bangun2, kenapa? apakah Tuhan sedang tertidur? apakah Tuhan sedang mengambil dia? padahalkan sudah gue bilang agar dia jangan diambil.

tapi, malam itu..
gue sedang belajar IPS bersama dengan bou dan kakak serta abang dan adik. gue terima telepon dari mama. dia bilang :

mama : cia, kamu rela kan tante diambil Tuhan?
cia : iya ma, rela. rela.
mama : ya, karena tante sudah dipanggil sama Tuhan, nak.

gue tertidur kebelakang, nangis habis2an. gue nangis, kesedihan gue gak habis2 malam itu. bener tidak habis.
gue ngegambar dia, gue ngelukis dia. gue hampir gila kehilangan dia. gue kangen dia.

tante netty, baik baik kan di sana sama ompung, paktuo, abang miduk, ompung dari papa juga. baik kan?

i'll see you someday. for sure. aku cinta tante I LOVE YOU. i lovelovelove you.