Minggu, 14 Maret 2010

cara sederhana mencintai Yesus.

Kadang kita merasa kerepotan sendiri untuk menyenangkan hati Tuhan. Berbagai macam hal sudah kita usahakan . Namun, tetap aja kita merasa belum membuat apa-apa bagi Tuhan. Atau sebaliknya, Tuhan memandang kita belum menyenangkan hatiNya walaupun kita sudah berbuat banyak untuk Dia.

Cintailah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, segenap budi, segenap jiwa, dan segenap tindakanmu. Total , tidak setengah-setengah, tidak pula sekedar coba-coba. Hal ini selalu terngiang di setiap langkah kita, bukan?

Di satu sisi, kita pun mengharapkan Tuhan kita bukan Tuhan yang egois, Tuhan yang cemburuan, sensi banget, dikit-dikit protes, bentar-benar nasihatin. Kita menginginkan Tuhan yang sedikit memberi kebebasan atau kelonggaran atas keterbatasan kita. Istilah anak muda saat ini: 'beri gua kesempatan dong ...". "percayai gue dong", 'tolong mengertilah dikit, gue sibuk banget", dll.

Yang terjadi dalam diri kita sebetulnya adalah kita memisahkan antara kegiatan memuji Tuhan dengan aktivitas kita sehari-hari. Aktivitas rutin kita sehari-hari seolah-olah terlepas dari kegiatan kita memuji Tuhan. Malah ada juga yang menganggap bahwa kegiatan kita memuji Tuhan hanya sebagian dari aktivitas rutin kita sehari-hari. Ach....kita bingung sendiri jadinya.

Para sahabat,
ada kabar baik yang menyejukkan hati. Tuhan kita sangat peduli pada kita. Ia benar-benar mencintai kita. Ia juga hanya menuntut dari kita sejauh yang mampu kita usahakan. Bahkan, Ia lebih sederhana daripada yang pernah kita pikirkan.
Untuk mencintai Dia, Yang Maha Baik, cukuplah dengan MENYENANGKAN HATINYA dalam setiap perasaan di hati kita, menyenangkan Dia dengan daya olah budi-pikiran kita, menyenangkan hatinya dengan jiwa kita, menyenangkan hatinya dengan bertanggung jawab pada setiap tindakan kita.
Dengan kata lain, kita selalu mengusahakan untuk terus menyenangkan hati Tuhan dalam setiap aktivitas manusiawi kita setiap saat. Dan akhirnya, cara yang demikianlah, aktivitas harian kita, yang menjadi Pujian kita pada Tuhan.
Boleh dikatakan begini : kita menunjukkan cinta kita pada Tuhan melalui aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.

Untukmu dan untuk saya :
Apakah aktivitas kita hari ini menyenangkan hati Tuhan?


salam


(ada malaikat yang ngeluarin note ini di facebook. dan gue rasa ini keren buat di bagi2)