sejujurnya, gue pengennya berada di tempat lainnya. di tempat yang gue bahkan gak tau dia siapa, mereka siapa, dan gue harus apa selain ikutan doang. tapi yang pasti saat ini, gue cuma bisa cerita gue kenapa dan gue ada apa.
karena ini... saatnya jujur.
gue bingung ama diri gue sendiri. gue bahkan saat ini benci dan gue sadar selama ini gue membanci. gue pengecut gue cuma bisa diam doang di tempat nunggu buat masa lalu untuk datang. tapi hari ini gue sadar, ada yang nungguin gue dengan setia sampai gue sampai di tempat gue yang seharusnya, dan orang itu adalah Tuhan Yesus.
kalo di sini, di dunia yang gue pijaki, gue nungguin seseorang yang bener2 buka mata gue waktu di masa lalu, beberapa bulan yang lalu. oktober. oktober.
oktober gue sakit hari, tapi di oktober juga gue bersemangat dan gue yakin akan suatu hari gue akan bahagia, dan iya, gue bahagia. dan sekarang? bahagia itu cuma temporer. walau keyakinan gue masih tetep KUAT. krena gue yakin gue KUAT TEGAR dan gak mungkin nangis cuma gara2 gitu doang.
kalo soal cowo, gue pasti banyak omong. gue buta iya soal cowo. waktu itu gue pernah tanya pastor waktu gue pengakuan dosa :
pastor : yah, itulah penitensi kamu. apakah ada pertanyaan lain?
cia : iya pastor. ummmm, cinta itu apa sih sebenarnya pastor?
pastor : cinta di jaman2 kamu mah cuma cinta yang mencintai luar doang, gak dalem.
cia : ohh..
pastor : cinta itu... begini, jadi ada seorang ibu dan anak2nya yang tinggal di hutan, pada suatu hari ibu itu sedang pergi dan anak2nya diserang seorang harimau. dihabisilah anak2nya itu. tapi ibunya langsung datang dan merelakan dirinya, tapi datang pulan seorang lelaki untuk menolong mereka, dan akhirnya mengusir harimau itu. pada saat itu, lelaki itu berkata pada sang ibu, "ibu, anak ibu tidak terselamatkan." lalu ibu itu berkata, "baiklah, kalau begitu aku bisa tenang sekarang." lalu ibu itu pun meninggal.
dan gue tau, pada saat itu, gue sedang dicintai oleh pastor itu karena pastor itu menjawab pertanyaan gue, dia bertanya gue apa kabar dan dia bilang :
pastor : cinta itu pada dasarnya seperti kita saat ini. saya cinta kamu dengan begini, siapa nama kamu?
cia : patricia pastor.
pastor : patricia, apa kabar?
cia : (senyum) baik.
pastor : nah itulah cinta, saya cinta kamu saya bertanya apa kabar kamu, saya senyum sama kamu. kamu gak cinta sama saya kamu gak nanya kabar saya bagaimana (sambil tertawa).
cia : ahaha iya..
pastor : jadi kamu ngerti ya sekarang?
cia : iya.
dan samapi sekarang, walau gue berkata iya, gue masih belum tau apa itu artinya cinta. masih belum. belum, teman. belum.
gue gak penasaran. gue hanya diam saja. dan diam itu adalah sikap yang salah untuk mengetahui dan mengejar apa yang kita mau kejar. tapi, tunggu, gue mau nunggu.
eh tapi tunggu, gue akan naik mobil bersama dengan Sang Sahabat menaiki mobil favorit dan menuju masa depan.
tapi :
GUE BISA MENGHANCURKAN HARI INI DENGAN MENGKHAWATIRKAN HARI ESOK.
